MEJA-HIJAU.COM | BONE - A. Muh. Asfar, seorang petani cengkeh di Desa Bulusirua, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, mengaku mengalami kerugian setelah cengkeh miliknya di kebun diduga dipetik oleh orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Peristiwa tersebut diketahui pada Sabtu pagi, (26/09/2026). A. Muh. Asfar mengatakan, dua hari sebelumnya, tepatnya Kamis, 24 September 2026, dirinya masih mengunjungi kebun dan melihat cengkeh miliknya dalam kondisi utuh.
Namun, saat kembali ke kebun pada Sabtu pagi, ia dikejutkan dengan kondisi sejumlah pohon cengkeh yang buahnya telah dipetik. Diperkirakan, terdapat kurang lebih 10 pohon yang telah dipetik oleh orang yang tidak dikenal.
“Hari Kamis saya masih datang ke kebun dan melihat cengkeh saya masih utuh. Tapi Sabtu pagi waktu saya datang kembali, saya kaget karena kurang lebih 10 pohon sudah dipetik orang yang tidak saya kenal,” ungkap A. Muh. Asfar.
Ia menambahkan, cengkeh yang dipetik tersebut masih dalam kondisi muda dan sebenarnya belum memasuki waktu panen.
Menurut Asfar, kejadian tersebut sangat merugikan dirinya sebagai petani karena tanaman cengkeh tersebut merupakan hasil yang dirawat dan dipelihara untuk mendapatkan hasil panen.
Atas kejadian tersebut, dirinya kemudian menyampaikan informasi kepada salah seorang Ketua RT dan tetangga setempat. Ia berharap masyarakat dapat membantu menelusuri siapa pihak yang mengambil cengkeh dari kebunnya.
“Saya berharap orang yang mengambil cengkeh saya bisa ditelusuri. Kalau memang ditemukan pelakunya, saya meminta agar yang bersangkutan bertanggung jawab atas perbuatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
A. Muh. Asfar juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi kepada dirinya maupun petani lainnya di Desa Bulusirua. Ia meminta masyarakat turut menjaga keamanan kebun dan menghormati hasil pertanian milik warga.
Hingga saat ini, identitas orang yang diduga memetik cengkeh tersebut belum diketahui dan masih dalam upaya penelusuran. (*)
