Oleh: Andi Muh. Asdar
Demisioner Ketua DPC KEPMI Bone Kecamatan Bontocani 2021-2022
Mejahijau, OPINI- DPP KEPMI Bone periode 2021–2023 membiarkan organisasi berjalan hingga 2026 tanpa Kongres. Padahal konstitusi dengan jelas mengamanatkan Kongres dilaksanakan setiap dua tahun. Artinya, krisis legitimasi yang terjadi bukanlah kecelakaan. Itu adalah konsekuensi dari pengabaian konstitusi yang dibiarkan terlalu lama.
Yang lebih memalukan, ketika Kongres XXI akhirnya terlaksana pada tanggal 10-12 Mei 2026, forum tertinggi organisasi justru gagal merumuskan solusi atas persoalan yang nyata-nyata baru saja dialami organisasi.
Hari ini orang memperdebatkan legitimasi karateker. Ada yang mengatakan karateker tidak sah karena tidak diatur dalam konstitusi. Benar. Tetapi pertanyaannya, ketika DPP yang seharusnya menyelenggarakan Kongres justru mengabaikan amanat konstitusi dan melewati masa jabatannya bertahun-tahun, siapa yang harus bertindak?
Konstitusi tidak menjawab.
Ketika pengurus kehilangan legitimasi karena gagal menjalankan mandat organisasi, siapa yang berwenang menyelamatkan organisasi?
Konstitusi tidak menjawab.
Ketika forum tertinggi tidak kunjung dilaksanakan dan organisasi berada dalam kebuntuan, siapa yang memiliki kewenangan mengambil langkah transisi?
Konstitusi tidak menjawab.
Inilah kegagalan terbesar Kongres XXI KEPMI Bone. Forum yang memiliki kewenangan tertinggi untuk memperbaiki konstitusi justru meninggalkan kekosongan yang sama. Seolah-olah pengalaman pahit selama tiga tahun tidak pernah terjadi.
Akibatnya, hari ini organisasi kembali dipaksa berdebat tentang tafsir, bukan berpegang pada aturan. Kembali sibuk mempertanyakan legitimasi satu pihak, karena konstitusi gagal menentukan siapa yang memiliki legitimasi ketika keadaan tidak lagi normal.
Sebuah konstitusi yang hanya mampu mengatur keadaan normal adalah konstitusi yang malas berpikir. Dan sebuah Kongres yang gagal memperbaiki kekosongan yang sudah terbukti melahirkan krisis adalah Kongres yang gagal menjalankan tanggung jawab sejarahnya.
Jangan heran jika konflik yang sama kembali terjadi di masa depan. Sebab Kongres XXI KEPMI Bone tidak menyelesaikan masalahnya. Ia hanya menundanya.
